Teropong Biru Muda

Teropong Biru Muda

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
WpInfo
Fanfic
BOYNEXTDOOR
Dunia ini memang kadang tak adil. Dan tak semua hal yang kita harapkan bisa kita dapatkan. Mungkin untuk sebagian orang hidup memang sangat mudah dan menyenangkan. Mungkin loh yah... Beberapa orang bisa begitu beruntung dalam hidupnya. Dan sebagian lagi tidak. Sebagian bisa begitu kaya raya, terhormat, punya paras rupawan juga banyak teman. Sedangkan yang lainnya, justru kebalikannya. yang bahkan merasakan setengah, tidak setai kuku saja bagian dari kehidupan orang yang lainnya saja tidak pernah. Dan bicara soal orang atau manusia, ada dua tipe manusia di dunia ini. Yang pertama adalah tipe orang yang realistis dan menjalani kehidupan selayaknya orang yang hidup di dunia nyata seperti orang lain. Yang juga memiliki impian masuk akal dan sesuai dengan keadaan hidupnya. Dan tipe kedua adalah... sekali lagi kebalikan dari orang yang pertama. Hidup mereka penuh dengan impian yang tidak masuk akal. Kadang-kadang saat mereka berkhayal mereka seperti hidup di dunia yang berbeda dari orang-orang disekitarnya. Dan bicara soal mimpi, tipe orang satu ini benar-benar tidak tahu diri. Mereka memimpikan mimpi yang sangat tidak sebanding dengan keadaan dan kemampuan dirinya. Bodoh sekali bukan orang dengan tipe kedua ini... eits bukan maksudku ingin menghakimi dan sok tahu. Tapi asal tahu saja, aku lebih tahu tentang orang tipe dua ini lebih dari siapapun, karena aku sendiri termasuk kedalam tipe orang yang tak tahu diri ini. Bahkan aku sudah khatam seluk beluk kebodohan seorang pemimpi yang tak tahu diri. Untuk orang-orang yang merasa dirinya termasuk kedalam tipe yang sama sepertiku. Kusarankan kau untuk mengikuti kisahku. Yah setidaknya walaupun tidak akan mengurangi kebodohan kalian, dengan kisahku ini aku bisa membantu kalian untuk menghentikan mimpi tak masuk akal kalian dan kembali kedunia nyata. Sebelum kalian menyesal dan malah berakhir seperti diriku.
All Rights Reserved
#381
boynextdoor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Faith in You : The Seeker
  • Merried By Accident (END)
  • My Bromance [18+] End
  • Beautiful Sunset
  • Perjalanan Cintaku...
  • PAIN [Boboiboy]
  • lovesick//takkan berubah
  • Embun Pagi
  • Yang Tertinggal

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines