AMORA [HIATUS]

AMORA [HIATUS]

  • WpView
    Reads 1,405
  • WpVote
    Votes 304
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2022
"Kita tidak baik-baik saja. Tapi dengan segenggam harapan, tubuh ini mencoba bertahan." ________________________ Vellya Amora, gadis berusia 17 tahun yang bersekolah di SMA Trisatya yang sebelumnya bersekolah di SMA Dasadarma. Niatnya pindah sekolah untuk melupakan rasa yang teramat sakit bahkan sukar untuk sembuh. Bermula dari orang yang selama ini ia anggap berharga dalam kehidupannya, namun merekalah yang menorehkan luka. Luka itulah yang membuatnya menutup diri dan juga hati. Gadis itu ingin memulai kembali kehidupannya dengan menuliskan cerita di lembaran yang baru. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan sosok pria yang jauh dari kata sempurna. Dialah yang mampu mengembalikan senyuman yang pernah hilang. Membantunya bangkit dari keterpurukan dan menemaninya melangkah dalam kegelapan. Namun di balik itu semua, ternyata pria itu juga memendam luka. Ya, merek sama-sama punya luka yang berbeda dan berjuang untuk sembuh yang sama. Akankah mereka berhasil menyembuhkan lukanya masing-masing dengan berjuang bersama? Salahkah jika sebuah rasa hadir tanpa mereka pinta? Bisakah mereka merajut kisah cinta bersama? Atau mereka hanya dipertemukan untuk berbagi kisah tentang sebuah luka? Project Collab @anaulf_yu & @penanya_ana ©Juli 2k20
All Rights Reserved
#39
alvin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Favorite Wound
  • CHAGRIN
  • As Time Allows
  • Dandelion
  • Lost in Reverie [Moqeel]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines