Bad Boys From Home

Bad Boys From Home

  • WpView
    LECTURAS 209
  • WpVote
    Votos 41
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, ago 3, 2020
Menjadi siswa SMP yang polos bukanlah suatu hal yang mudah untuk Findra Geolisius. Dia yang baru pertama kali kenal dengan pergaulan nakal remaja pun ikut terhasut oleh teman-teman barunya yang ia kenal ketika memasuki kelas baru. Dia berusaha untuk melawan. Namun, semuanya sia-sia. Ia terhalang oleh ambisi masa muda dan pengaruh kuat dari teman-teman barunya itu. Apakah mungkin Findra bisa bebas dari masa remaja yang buruk itu? Atau malah ia semakin terbawa suasana dan nyaman dengan perilaku negatifnya itu? Semua bisa ketika ia mengenal cinta. Memang, ini bukan cinta yang pertama. Tetapi, ini cinta yang paling parah seumur hidupnya yang bisa mempengaruhi masa depannya kelak. Findra adalah anak yang baik. Namun, dia belum bisa melupakan masa kanak-kanaknya. Sifat Labil, Emosi yang tidak Stabil dan Broken Home adalah hal terkuat yang mempengaruhi masa remaja Findra. Selain itu, Didikan yang keras dari keluarga membuat keadaan Findra semakin buruk. Findra memiliki beberapa teman dekat yang selalu mengajarkan hal negatif ke Findra. Ia adalah Javrin Atmaja, Michael Dalvino, dan Surhandi Ferdinand. 3 orang yang selalu mempengaruhi sifat buruk dan proses pendewasaannya. Siapa yang akan Findra pilih? percintaannya atau pertemanannya? Atau dia akan memilih menyendiri?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • LOVE for the MAKNAE
  • The Little Angel✓
  • Liora&Rheo
  • LEITHLEACH
  • Liontin Time (NominHyuck)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido