Meracau (Antologi Puisi)

Meracau (Antologi Puisi)

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Aku kembali meracau dalam sajak-sajak yang kacau. Jika kau berhasil menemukan lapak ini, artinya kau orang malang yang sayangnya mesti membaca serangkaian bait-bait puisi yang kubuat dengan malas dan sedih, atau senang dan riang. Jika kau berhasil menemukan lapak ini, jangan buru-buru pergi tanpa memberikan sekejap komentar dan tanda bintang yang membuatku kian semangat meneruskan celotehan omong kosong di tempat ini. *** Antologi puisi pertama RaDel28. Beberapa pernah di upload di Instagram dan WhatsApp. *** Copyright, Queen Rumi aka RaDel28 Juni 2020 (di tengah suasana pandemi korona yang masih bertamasya)
All Rights Reserved
#2
indonesiaberpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Luka Lara Luna || END
  • WITH YOU | END
  • BAPER {SELESAI}
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • {PERKATA} Selesai
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • PERLINA
  • Red

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines