Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
DARCA
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
"Cal, kamu mau kemana?" "Aku harus pergi." "Jangan tinggalin aku, Cal." "Darrian, aku akan selalu bersama kamu. Aku akan selalu ada di hati kamu. Dan aku akan selalu mencintai kamu." "Enggak, Cal. Enggak!" "CALLISTA!" Lelaki itu terbangun dari tidurnya dengan napas memburu. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Wajahnya memerah. Mimpi itu masih saja terus datang. Setahun lamanya ia masih belum bisa merelakan kepergian orang itu. Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Dia telah....tiada. Apa karena itu mimpi itu terus saja menghantuinya? Tapi bagaimana ia bisa merelakan semua itu, sedangkan... "Darrian.." Ia masih bisa mendengar suara lembut itu memanggil namanya. Darrian menoleh dan mendapati sosok yang sangat ia rindukan itu berada di sebelah ranjangnya. Sosok itu tersenyum. Masih sama. "Callista.." "Kamu mimpi buruk lagi ya?" "Cal, kenapa kamu harus pergi? Kenapa kamu harus ninggalin aku disaat kita belum melakukan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya? Aku..aku.." "Sssstt...kamu cuma mimpi buruk. Aku gak bakalan pergi kok. Aku di sini. Bersama kamu," ucap sosok itu dengan menampilkan senyum lembutnya dibalik wajah pucat nya. Darrian berusaha menggapai sosok itu dengan tangannya. Namun nihil. Jarinya malah menembus sosok itu saat ia ingin menyentuh pipinya. Hati Darrian bagai teriris, sakit. Nyaris membekukan hatinya. Darrian tahu ia takkan pernah bisa dan takkan pernah melupakan sosok itu. Callista Anggely. Kekasihnya.
All Rights Reserved
#42
callista
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADYRA
  • BarraKilla
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Dunia Davin
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Fierce Love
  • Limerence : Redemption
  • Take A Break
  • Jika Nanti Aku Kembali
ADYRA

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.

More details
WpActionLinkContent Guidelines