RAYMOND
  • WpView
    Reads 1,668
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
FOLLOW dulu baru baca ya:) Erly venisia seorang cewek yang sangat cantik,baik,mandiri,dan suka berolahraga sangat bersemangat hari ini untuk menuju ke kelasnya. karna saking semangat nya dia berlari kecil menaiki tangga sekolah, karna kelas Erly berada di lantai dua. Erly terus berjalan dengan sedikit menunduk tanpa memerhatikan bahwa dari arah berlawanan ada seseorang turun dari tangga dengan wajah datar, dan cuek. "aduhhh" suara Erly yg merasa kesakitan. "ehh maaf yaa kak Erly tadi engga sengaja, maaf ya ka", kata Erly dengan cowok yang baru dia tabrak. Erly semakin menunduk karna permintaan maaf nya belum juga dijawab. "Erly venisia" kata cowok itu dengan datar. Erly mengangkat kepalanya menatap cowok itu dengan kaget. "Loh kok dia tau sihh nama gue, gue aja ga kenal sama dia",kata Erly dalam hatinya. "mulai sekarang Lo jadi milik gue" kata cowok itu tetap datar dan pergi berlalu meninggalkan Erly yang shock dan bingung. "gue?? milik diaa?" tanya Erly pada dirinya sendiri. "maksudnya apaansihhh" kata Erly dengan mengacak rambutnya dengan berantakan.
All Rights Reserved
#59
posessive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • KAY'S STORY
  • Aksara [VERSI PDF FULL]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • My possesive boyfriend
  • Evando&Seraphine [END]
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Friendship
  • ERICK: MY BADBOY

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

More details
WpActionLinkContent Guidelines