I am Canva

I am Canva

  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
Pantaskah seorang wanita penyakitan seperti aku mendapat sebuah cinta? Hahaha tentu saja tidak kalian ini sangat lucu biar ku perjelas, keluarga ku saja tidak menginginkan aku bahkan mereka sangat MEMBENCIKU! Catat itu baik-baik. Lalu bagaimana dengan orang lain bisa mencintai ku?, Very impossible. Baiklah di sini akan ku ceritakan bagaimana akhir dari cerita hidup ku. Attention: JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK, APA PUN ITU!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Gara Narendra
  • Tikungunya
  • M E M O R Y  (On Going)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Diary Zofanya
  • LUKA PUNYA CERITA
  • Shananda
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)

WARNING! *MENGANDUNG BEBERAPA KATA KASAR *BEBERAPA CHAPTER MENGANDUNG PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI YANG DIBUAT TIDAK UNTUK DITIRU For: 17+ *** "Aku memang tak pernah bahagia sejak kecil, tapi setidaknya di masa itu aku belum sadar seberapa tak berharga dan sampahnya diriku." "Bolehkah aku minta satu pelukan sebelum aku mati?" Tentang seorang gadis yang selalu dijadikan pelampiasan amarah kedua orang tuanya. Tentang gadis yang berusaha menahan keinginannya untuk menyerah. Dan ini tentang gadis yang dengan sederet lukanya. "Ayah ... Bunda ... satu pelukan aja, ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines