Story cover for Classmate Run! by RienArsa
Classmate Run!
  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jun 16, 2020
Jam pelajaran terakhir dimulai setelah bel berbunyi. Semuanya duduk dengan rapih dan bersiap untuk belajar. Seharusnya seperti itu.

Ssaem memasuki kelas dengan tatapannya yang tajam. Kemejanya berlumuran darah. Keributan terjadi di luar kelas. Teriakan terdengar melengking di telinga. Koridor sekolah penuh dengan darah dan mayat.

"Buka buku tulis kalian dan tulis apa yang saya bacakan."

Pelajaran pun dimulai. Ketegangan terjadi. Semuanya duduk dengan menyimpan rasa takut yang mendalam. Keringat dingin membasahi kulit dan seragam kami.

"Pertama, jangan biarkan kalian dimakan."

Ssaem berjalan pelan mengitari kelas. Tatapannya tetap tajam tanpa ekspresi apa pun.

"Kedua, Jangan sampai mati."

Teriakan kembali terdengar. Jendela pecah terdengar di mana mana.

"Ketiga, jangan berisik."

Bibirku seketika kelu. Keringatku mengucur deras. Ssaem memegang pundakku dan mendekatkan wajahnya.

"Terakhir, selamat bertahan hidup."

Kalimat itu, mengawali pelajaran terakhir yang sebenarnya. Lari sejauh mungkin! Jangan sembunyi! Mereka akan menemukanmu jika sembunyi! Lari dan mereka akan tertawa.




⚠️ Adegan kekerasan ⚠️
All Rights Reserved
Sign up to add Classmate Run! to your library and receive updates
or
#575chen
Content Guidelines
You may also like
Zenna Story by Senaaraini
37 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
You may also like
Slide 1 of 9
She is Mine cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Zenna Story cover
BAD BOY VS CEWEK TOMBOY cover
✔ You still give me green tea? Trading system helps me build a country cover
ZOMBIE - RUN OR STAY cover
[✔] Survive ! cover
mistake and love "HunHan" end cover
Betrayed cover

She is Mine

22 parts Complete Mature

Mature Story 🍂 Nayeon menutup matanya kala sinar lampu mobil yang mendekat padanya membuat dia ketakutan dan dia tahu itu pasti Sehun, Nayeon bangun dan dia bersaha berlari lebih jauh lagi "Biarkan dia lari, pelan-pelan saja aku ingin lihat sampai mana kekeras kepalaannya itu" kata Sehun dengan menahan amarahnya. Dia paling tidak suka dibantah dan Nayeon sudah berani membantahnya dengan keluar saat Sehun tidak mengizinkannya keluar Nayeon terjatuh lagi membuat Sehun tersenyum sinis "Benrhenti" perintah Sehun dan Sehun keluar dari mobilnya membuat Nayeon mundur kala melihat Sehun "Kau mebantah perintahku! Sudah aku katakan tetap disini tapi kau malah memilih kabur dan terluntang-lantung disini" kata Sehun sinis "Kau jahat, kau bukan orang yang aku kenal dulu" kata Nayeon terisak 🍂