Deep Longing

Deep Longing

  • WpView
    Leituras 53
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída ter, jun 16, 2020
Summary! "Hiks... hiks... eomma.. appa.. bogoshipeo.. hiks.." lirih sosok manis tersedu di sudut kamar temaramnya. Menutup telinga sambil melirihkan kata rindu dengan isak tangis yang tak tahu kapan akan berhenti ditemani dengan alunan teriakan-teriakan kedua orangtuanya di luar kamarnya. Pipi chubbynya dibiarkan basah di aliri air mata dengan tatapan sendu. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Lagi, kehilangan dan kerinduan Jihoon rasakan.
Todos os Direitos Reservados
#585
seventeen
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • KARAFERNELIA
  • The Rain [SoonHoon]
  • One More Chance [HoonSoon]
  • Luka Si Bungsu [HIATUS]
  • [✔]  Selene || Soonhoon (BxB)
  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • Sorry, I Love You [SoonHoon]
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • Hujan di Langit Aresta

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo