Reclusive in Love

Reclusive in Love

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 15, 2024
"𝙒𝙝𝙖𝙩 𝙖 𝙈𝙖𝙧𝙫𝙚𝙡𝙤𝙪𝙨 𝙛𝙚𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙞𝙩 𝙬𝙤𝙪𝙡𝙙 𝙗𝙚, 𝙞𝙛 𝙬𝙚 𝙘𝙤𝙪𝙡𝙙 𝙨𝙖𝙮 𝙚𝙭𝙖𝙘𝙩𝙡𝙮 𝙝𝙤𝙬 𝙬𝙚 𝙛𝙚𝙡𝙩. 𝙒𝙝𝙖𝙩 𝙖 𝙢𝙤𝙣𝙪𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙡 𝙫𝙞𝙘𝙩𝙤𝙧𝙮. 𝙒𝙝𝙖𝙩 𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙧𝙞𝙛𝙮𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙝𝙤𝙪𝙜𝙝𝙩." - 𝘼𝙠𝙞𝙛 𝙆𝙞𝙘𝙝𝙡𝙤𝙤 Keinginan Yara tidak muluk, ia hanya ingin hidupnya biasa saja, tanpa ambisi, tenang seperti air. Air yang Yara kira akan selalu tenang ternyata sedikit terguncang oleh perasaan yang tiba-tiba berkembang, mata yang tidak berhenti melirik, otak yang tidak berhenti menduga, jantung yang terlalu cepat berdetak, imajinasi yang setiap malam membuat Yara gelisah... semuanya harus dihilangkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • GRIZELLE [Completed]
  • Expecting The Unexpected (Complete)
  • • EUTANASIA •
  • Turn (Never lose hope)
  • Laila Azzahra [ON GOING]
  • Revenger Cries New
  • First Love
  • REYFAL
  • (Un) finished Business - END

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan