Your Soul for Me

Your Soul for Me

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2020
Harum aroma tubuh mu melumpuhkan hati ku. Terbayang wajah mu setiap malam ku. Bisa kah kita berdansa untuk semalam saja? Atau untuk selamanya. Siapa yang paling bisa membangkitkan gelora asmara? Hanyalah kita berdua percaya lah. Baru saja aku bertemu detak jantung ini sudah tidak seirama. Bagaimana mungkin? Ya inilah hati ku. Kau yang membuat ku terlena. Ruang ku dipenuhi nama mu tinta melukiskan nama mu berulang kali. Aku akan tertidur ketika membuat cerita-cerita indah bersama mu. Alunan musik membuatku semakin terhanyut dalam imajinasi yang tak ingin ku akhiri. Apakah ini gila ketika aku mencintai mu begitu dalam. Hati ku ini milikmu. Ketika cinta ini tertuju ke raga mu aku akan tidak rasional. Pikiran ku telah kau racuni. Setia lah kasih aku percaya engkau akan bahagia jika bersama ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • • EUTANASIA •
  • Misunderstand
  • ALISHA (end)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Let Me Love You Longer
  • Istri Cadangan
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines