Your Soul for Me

Your Soul for Me

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 27, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Harum aroma tubuh mu melumpuhkan hati ku. Terbayang wajah mu setiap malam ku. Bisa kah kita berdansa untuk semalam saja? Atau untuk selamanya. Siapa yang paling bisa membangkitkan gelora asmara? Hanyalah kita berdua percaya lah. Baru saja aku bertemu detak jantung ini sudah tidak seirama. Bagaimana mungkin? Ya inilah hati ku. Kau yang membuat ku terlena. Ruang ku dipenuhi nama mu tinta melukiskan nama mu berulang kali. Aku akan tertidur ketika membuat cerita-cerita indah bersama mu. Alunan musik membuatku semakin terhanyut dalam imajinasi yang tak ingin ku akhiri. Apakah ini gila ketika aku mencintai mu begitu dalam. Hati ku ini milikmu. Ketika cinta ini tertuju ke raga mu aku akan tidak rasional. Pikiran ku telah kau racuni. Setia lah kasih aku percaya engkau akan bahagia jika bersama ku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Regrets of Love
  • FIZYA
  • Let Me Love You Longer
  • 💔How If, I Love You Too💙��✓
  • Istri Cadangan
  • Eliinaa

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido