CUMA.PACAR?

CUMA.PACAR?

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Keisya Putri Devian, Gadis cantik, pintar, dengan bola mata coklat. hampir semua murid laki-laki SMA Merdeka menyukainya. Terkecuali Aldo Alexandra, ia tidak tertarik dengan Keisya. Baginya cewek hanya akan membuatnya lemah menjadi budak cinta, yang kelak akan menyakiti perasaannya. Reza Darmawangsa, entah apa yang ada dipikiran pemuda itu. Ia selalu berusaha untuk merapatkan cinta Keisya. Walaupun ya,, ia akan kembali ditolak oleh Keisya. "Key udah dimakan coklatnya?" tanya Reza yang masih berdiri disamping bangku Keisya. "Udah" "Dimakan?" "Enggak, Gue buang coklatnya" Reza terkejut dengan jawaban Keisya. "Loh kok dibuang Key? itu Silver Queen mahal loh Key. Kalo lo gak mau kan bisa gue jual lagi" ucap Reza tak terima coklatnya dibuang. "Lagian elu coklat expired lo kasihin Keisya, lo mau ngracunin Keisya apa?" sahut Neila dengan sinis. "Eh masa coklat gue expired? Kalo gitu maapin gue ya Key, gue gak tahu kalau coklatnya expired. Tahu gitu gue kasihin aja tuh coklat ke nenek lampir" sambil melirik sinis Neila.
All Rights Reserved
#556
aldo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • ADYRA
  • the hope
  • this is me
  • KOSTAN JANUARTA
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Love Letters [END]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines