HELLO MR. JEON ¦Lizkook✔️¦
  • Reads 176,806
  • Votes 17,141
  • Parts 42
  • Reads 176,806
  • Votes 17,141
  • Parts 42
Ongoing, First published Jun 16, 2020
[ON GOING]
FOLLOW DULU SEBELUM BACA


Baca aja langsung~~~




©️SavageGrrr

Start 18-06-2020
End -

⚠ ️CERITA FIKSI
⚠️ DON'T COPY MY STORY!

Aku tahu kalian paham bagaimana cara menghargai penulis :)

#1 lizkook dari 4,85k cerita     (20-06-21)
#1 blink dari 2,54k cerita          (29-8-20)
#1 jungkook dari 64k cerita     (2-7-21)
#1 jeonjungkook dr 23,4k crta (2-7-21)
#2 bambam dari 3,1k cerita     (30-8-20)
#2 liskook dari 3,45k cerita     (2-7-21)
#2 jimrose dari 194 cerita        (07-9-20)
#15 army dari 14,1k cerita       (12-8-20)
#43 bts dari 128k cerita           (18-8-20)



              ~b e l u m  d i r e v i s i~
All Rights Reserved
Sign up to add HELLO MR. JEON ¦Lizkook✔️¦ to your library and receive updates
or
#491army
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
He Fell First and She Never Fell? cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
Fiction -sungjake✔ cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️ cover
After Graduation cover
Kisah Tak Sempurna cover
How To Be A Good Papa | Noren cover
Kesayangan Bunda cover

Dosa Ku

65 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.