Dilamar Sama Si Playboy!

Dilamar Sama Si Playboy!

  • WpView
    Reads 5,121
  • WpVote
    Votes 3,168
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Baginya, Galen itu laki laki yang tidak jauh beda dari luar sana. Kalau bukan dari ketampanannya, perempuan mana mau dengan dia. Sama seperti Zalfa, tapi Zalfa melihat dia bukan dari wajahnya. Tentu saja dari hatinya. Awalnya Zalfa berpikir kalau dirinya mencintai Galen hanya cinta biasa, tapi seiring berjalannya waktu, ternyata dugaannya salah. Waktu berlalu begitu saja, dan tanpa dia sadari ternyata Galen menembak dirinya di taman yang tak jauh dari pekarangan rumahnya. Jelas saja Zalfa menolaknya, karena dalam agama islam pacaran adalah hal yang di larang di dalam agama. Semakin umurnya bertambah, jelas saja mereka harus memiliki jodoh yang baik. Dan di situlah Zalfa bertemu kembali dengan Galen. Disitu benih-benih cinta mereka kembali tumbuh. Bukan cinta monyet atau sekedar cinta biasa, melainkan cinta yang bisa membawa mereka bersama-sama menuju surgaNya. . . . "Kamu ngelamar aku pakai balon yang biasa anak kecil mainin?" tanya Zalfa begitu Galen mengeluarkan benda itu dari belakang punggungnya. Galen terkekeh. "Ini baru permulaan Zal, resminya nanti malam ya." Lantas, akankah Zalfa menerima lamaran dari si playboy? Start : Senin, 26-10-2020 Finish : (?)
All Rights Reserved
#178
galen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ZuNaya
  • Segala Dalam Diam [END]
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Ada Surga di Matamu [Terbit]
  • Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit]
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Don't Fall in Love, It's a Trap! [✔]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

Follow dulu sebelum baca✔️ ⚠️Awas Baper!⚠️ *** Saat Shilla sedang berusaha menyembuhkan luka hatinya, mencoba melupakan bayang-bayang cinta pertama, dan belajar mengharap hanya pada-Nya, Dikka datang. Membawa udara segar yang menenangkan, memoles warna baru di masa putih abu-abu, mencipta bahagia yang begitu istimewa. Hingga akhirnya, berkat Dikka, Shilla berhasil menyembuhkan luka hatinya pun melupakan bayang-bayang cinta pertama, namun, tanpa sadar, ia telah berharap selain pada-Nya. Siapkah Shilla kalau luka yang perlahan mengering kembali meretih lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines