Story cover for REFRESH by Siscapriscila06
REFRESH
  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
Concluída, Primeira publicação em jun 17, 2020
"Lah kok lu disini?"
Daniel tidak menyangka bahwa perempuan yang akan dijodohkan dengannya adalah adik kelasnya. 

"Mana aku tau, kau tanya aku , aku nak tanya siapa?"Lucy menjawab dengan logat Malaysia upin ipin andalannya

-Mampus gue 'daniel'

-Aku tak nak disini tak sronok lah 'Lucy'

Lebih lengkapnya cek story langsung yesss!!!✓
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar REFRESH à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#73schoollove
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Bawa Aku Pulang (End), de Rizardila
9 capítulos Concluída
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
Rindu Senin Pagi, de Rizardila
25 capítulos Concluída
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Ketua Geng Motor ( WINRINA ) END cover
TANTE!!!  cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Dream (Winrina ver) [END] cover
[✓] The Right Heartbeat cover
My Panda cover
My Pillow Turned Into Her?! (END) cover
Seperti Oasis [Completed-Revisi] cover
PANDANG PERTAMA cover
Rindu Senin Pagi cover

Ketua Geng Motor ( WINRINA ) END

18 capítulos Concluída Maduro

Karina yang menyukai winter dari kelas 11. Winter yang sikapnya dingin, apakah kulkasnya akan meleleh suatu saat nanti? "Crush gue nakal tapi baik kan" Ucap karina. "Yeuuu.. udah gede masih minum susu". ejek ryujin. But, not for karina, sikapnya bener bener beda banget. Wintop⬆️ Karbot⬇️ wlw gess sorry yaa masih kaku, soalnya masih pemula hehehe :> Cerita ini hanya fiktif belaka, jangan sangkut pautkan sama dunia nyata.