VALLENDE STER (BINTANG JATUH)

VALLENDE STER (BINTANG JATUH)

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2020
Terkadang omongan orang tua kita sendiri yang membuat kita down. "Lang..... janji ya, jangan tinggalin gue" "Justru lo yang jangan tinggalin gue Bin" "Kenapa gue?, gue yang butuh lo disini Lang bukan lo" "Karna Langit nggak akan indah kalau ngga ada Bintang nya" "gue takut Lang.... seluruh alam semesta beserta isinya saja tidak menerima gue" "Gue nerima lo Bin, lo tau itu" "SKYSTAR" teriak Langit dan Bintang .................................................................
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#616
cintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Let me go!
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Straight A  ✔
  • FISIO (Fisika × Biologi)
  • Better Than Before
  • Kisah Kasih di Sekolah
  • DEVANO
  • Langit (&) Biru [Selesai]
  • Inside You

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines