Curhatan Mahasiswa

Curhatan Mahasiswa

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
Awal lulus sekolah aku bingung mau lanjutin kehidupan. Dilema. Mau pilih kuliah atau langsung kerja atau gak kedua-duanya alias "jadi pengangguran." Akhirnya aku mutusin buat lanjut kuliah. Pas mau daftar kuliah malah bingung lagi, mau pilih jurusan apa?. Mau pilih jurusan yang arahnya jadi dokter, guru, arsitek, manager atau pengusaha?. Dan aku pilih jurusan pendidikan bahasa inggris dan tujuan agar aku jadi guru bahasa inggris. Pas udah kuliah aku masih bingung nih, tugas numpuk, deadline, telat masuk, dosen killer, dimarahin dosen, sampe teman jauhin karna gak mau ngasih contekan (parah gak tuh), malah kerjaan rumah belom kelar lagi. Hadeuh, nasib memang. Lalu tambah lagi pas mau niat lulus. Harus mikir skripsi dulu, begadang tiap malam, di landa malas, yang dulunya pas baru masuk kampus punya banyak temen sekarang temen menghilang satu-satu. Ini cerita sangat sedih dari pada cerita putus cinta. Aku yang masih merenung di kamar, eh temen seangkatan udah dapat toga duluan (sedih banget.) Temen nyengir, aku ketawa kayak orang gila (stress gak tuh). Ini nih yang paling dilema, syukur-syukur udah lulus dan di wisuda, setelah itu aku masing bingung lagi mau lamar kerja dimana. Daftar sana gak cocok sama jurusan. Minat di bidang ini malah punya skill cetek. Ajuin lamaran, antri panjang buat interview malah bela-belain bangun subuh-subuh pakek pakaian rapi plus bedak tabur buat ketek biar gak semerbak pas di interview,eh endingnya malah di tolak si doi (nyesek gak tuh). Setidaknya ini curhatanku pas masa-masa kuliah dan sesudahnya. Mau tau selengkapnya? kuy baca sampe habis. Sampe mulut berbusa, otak rusak dan meratap tak terhingga. #Ini ceritaku, mana ceritamu?
All Rights Reserved
#208
skripsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT)
  • Dosen Bucin (Sudah Terbit)
  • 𝓦𝓮𝓭𝓭𝓲𝓷𝓰 𝓟𝓪𝓹𝓮𝓻 [End]
  • Bayi Dosenku
  • Ananta Story : Lovely Milk
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]

Adira Carissa, perempuan kuat menghadapi masalah yang terus terjadi pada kehidupannya. Adira adalah seorang mahasiswa, hidupnya serba mewah. Tetapi, saat perusahaan papahnya bangkrut karena ada salah satu karyawannya korupsi membuat perusahaan orang tuanya pun hancur. Apa lagi, kondisi papahnya yang sudah semakin buruk. Papahnya hanya bisa terbaring di ranjang rumah sakit saja, Mamahnya lah yang selalu menemani papahnya itu. Entah, sampai kapan masalahnya ini selesai. Adira ingin seperti dulu lagi, selalu di manja oleh kedua orang tuanya. Setiap hari main bersama teman-temannya, tak kenal waktu untuk bersenang-senang sampai larut malam. "Apa alasan bapak menuruti keinginan istri bapak itu untuk menikah lagi?" tegur Adira ingin tahu apa alasan dosennya itu menuruti keinginan istrinya untuk menikah lagi, yang dirinya tahu tidak ada satu pun seorang istri yang mau di madu oleh suaminya sendiri. "Karena saya sangat mencintai istri saya, saya nggak mau kehilangan dia." Arya hanya tak mau kehilangan perempuan yang dicintainya, dirinya akan melakukan cara apa pun untuk istrinya. "Ternyata Pak Arya memang sangat mencintai istrinya sendiri," batin Adira tak menyangka kalau dosennya memang benar-benar cinta dengan istrinya. "Bagaimana dengan kamu? Mau menikah dengan saya atau tidak? Kamu tidak kasihan dengan papah kamu itu?" tegur Arya ingin tahu apakah gadis itu menerima tawaran dirinya ataukah tidak, dirinya tahu kalau gadis itu pasti akan menerima tawaran dirinya ini. "Ok, saya mau. Saya melakukan ini untuk orang tua saya," sahur Adira hanya pasrah bahwa dirinya menerima tawaran dosennya itu, dirinya terpaksa melakukan ini semua hanya untuk papahnya saja. "Iya tahu, kita melakukan ini semua untuk kebahagiaan orang yang kita sayangin. Sekarang sudah waktunya pulang, saya mau ajak kamu ke rumah istri saya." Arya ingin mengajak gadis itu untuk pulang ke rumah istrinya, agar dirinya bisa memperkenalkan gadis itu dengan istrinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines