CINTA SEPIHAK [TERBIT]

CINTA SEPIHAK [TERBIT]

  • WpView
    Reads 252,124
  • WpVote
    Votes 10,426
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 13, 2022
"Hal terbodoh yang pernah lo lakuin apa, Cla?" tanya Pandu. "Harus jujur?" "Iyalah." "Suka bertahun-tahun sama sahabat sendiri dan gaberani bilang gue suka sama dia hingga akhirnya dia jadian sama temen deket gue." "Lo... lo suka sama gue?" "Udah telat." ------ Clara Anggelista. Gadis cerdas, cantik nan anggun yang menjadi salah satu orang penting di SMA Merah Putih Jakarta. Tak heran, banyak lelaki yang mengincarnya menjadi kekasih, namun Clara menolaknya dengan alasan nyaman dengan kesendiriannya. Pandu Pratama. Seorang ketua OSIS SMA Merah Putih yang memiliki wajah tampan dan otak yang cerdas. Terlebih ia sahabat Clara sedari kecil hingga dewasa kini. Banyak yang mengira bahwa Pandu dan Clara mempunyai hubungan khusus, namun Pandu membantah keras hal tersebut. Tapi, tanpa Pandu sadari, Clara sudah jatuh cinta padanya. Namun ia tetap perasaannya bertahun-tahun agar hubungan persahabatannya tidak hancur. Namun akhirnya Clara tahu bahwa Pandu sudah memiliki hubungan khusus dengan teman dekatnya sendiri, Airin. Kim Noted: -masih banyak typo dan cara penulisan nya yang belum rapi, revisi nanti kalau sudah end. -banyak kata-kata kasar, mohon bijak ya untuk membacanya. -hanya fiksi, murni dari pemikiran penulis, tidak ada unsur plagiat.
All Rights Reserved
#11
tikung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaranya Arjuna
  • Because I'm Stupid (End)
  • You And Me, Can We? [On Going]
  • My Friend and My Bestfriend
  • DEVIAN [END]
  • Clara Casandra
  • Game Over: Losing Control
  • POSESIF
  • Is LOVE
  • True Life, True Love ☘︎ (𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑡𝑒𝑑)

Cinta itu sederhana, cara mencintai itu yang sulit. Tak semudah itu mencintai seseorang dengan realita yang sudah jelas melarangnya. "Hatiku cuma ada satu dan tak ada niatan untuk kuberi sekat di antaranya." Suara Mara bergetar saat mengatakan itu. Ditatapnya Ajun dengan pandangan kabur karena air mata sudah menggenang kembali menunggu waktu saja untuk menetes. Ajun tersenyum. "Ada realita di antara kita Mara dan itu tidak bisa kita abaikan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines