Story cover for The Magic is MIRACLE by RiaM_D
The Magic is MIRACLE
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
Complete, First published Jun 17, 2020
Maaf kalau bahasanya  masih kaku dan tidak bagus serta masih banyak typo yang bertebaran  karena ini adalah cerita pertama ku. Selamat membaca.

"Miracle, nama yang indah. Nama yang yang sangat pas dengan mu dan kepribadianmu yang memiliki keajaiban - keajaiban tersendiri. Keajaiban itu kamu, Miracle" kata Marchel.

"Aku tidak mengenalmu bahkan kita belum pernah bertemu. Tapi ntah mengapa saat aku pertama melihatmu, aku ingin selalu melihatmu, aku ingin mengenalmu lebih jauh dan ingin lebih dekat lagi denganmu. Aku tidak tau rasa  apa ini, tapi aku sedang mencoba untuk mengertinya." kata Miracle
All Rights Reserved
Sign up to add The Magic is MIRACLE to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Marry My Husband by dwirahayufebrianti02
39 parts Ongoing
kebahagiaan sejati adalah buah dari hasil kesabaran yang akan kau nikmati dengan mengikuti dan menjalani proses sakitnya kehidupan. itulah hal yang dialami oleh Lee Haechan. seorang idol grup kpop NCT. grup kpop yang namanya terkenal dimana-mana dan sudah mendunia karena beberapa kali melakukan tour konser. namun dalam perjalanan karirnya tak luput dari rasa iri teman satu grupnya, sehingga haechan terus menerus mengalami sakit hati hingga ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan rekan satu grupnya. seorang pengusaha, pebisnis muda dan duda berkebangsaan inggris berusia 29 tahun, bernama Marcello Ainsworth. mereka bertemu ketika nct sedang mengadakan konser di inggris. ketidaksengajaan karena haechan menemukan Axel, sang anak yang sempat hilang membuat mereka terus-menerus bertemu. akankah rasa sakit hati haechan dapat terobati dengan hadirnya ayah dan anak tersebut? "mommy jangan tinggalin acel lagi" Axellio. "tolong bantu aku untuk balaskan dendam rasa sakit hatiku ini, maka aku akan membantumu untuk menghadapi keluargamu" Haechan. "mari kita buat kesepakatan mengenai pernikahan kontrak ini" Marcello. "kau tidak benar-benar mencintai dia kan?" Mark. "kenapa dia terus mendapatkan hal yang sempurna?!!" Renjun. saya buat cerita baru lagi... by the way, anyway, busway, walaupun judulnya sama kayak drakor atau manhwa, tapi aku jamin 100% isi cerita akan berbeda. jadi.. bagi para majikan, jangan lupa vote dan comment ya... aku harap para majikan akan menantikan cerita ini
You may also like
Slide 1 of 10
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
Marry My Husband cover
Keluarga Kecil  cover
My family : Kita , Keluarga , Dan Luka cover
I Have Crush On You {Tamatt} cover
Transmigrasi si bar-bar  cover
Our Juvenile : MANGUN KARSA cover
Pagi untuk Reyna  cover
Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream cover
Mandala The Journey of love - Sanggala flowers cover

Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

15 parts Complete

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."