Cerita Arin

Cerita Arin

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
"Perpisahan tak selamanya berujung duka. Ada perpisahan yang memang bertema duka, namun ada perpisahan yang ditakdirkan untuk terjadi agar kita bisa menggapai hidup dan berjumpa lagi di lain kesempatan. Tapi, satu hal yang membuat saya tetap menganggap perpisahan itu penuh luka... Ia akan mengubah segala hal menjadi kenangan. Baik yang suka rela dikenang atau yang berjuang mati-matian untuk dilupakan." - Perpisahan (1) Saya Arin. Gadis yang dulunya lugu dan berubah setelah mengalami berbagai pertemuan dan perpisahan. Gadis yang memaknai hidup dari berbagai kisah di sekitarnya. Saya Arin, yang akan menceritakan kembali kisah tersebut pada Anda.
All Rights Reserved
#174
quote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • Happier (Completed️)
  • Rangkaian Kata (Completed)
  • PUPUS [Completed]
  • I'M HURT!
  • langit biru
  • The Martial Art of love
  • EUNOIA
  • Dosen Resee!!!

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines