We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
OPIA
  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu cewek yang itu, kan?" cowok berambut cokelat itu memandangnya dengan wajah berbinar. "Yang mana?" Gadis itu balas mengernyit heran. "Bener. Kamu cewek yang di-friendzone-in sama cowok-cowok seangkatan!" Gadis itu memasang wajah datarnya lalu berjalan mendekati cowok yang sedang bertepuk tangan girang itu. "Suatu saat kamu pasti bakal mengerti kebenarannya, wahai anak muda!" ujar gadis itu ketika sampai di depan cowok berambut cokelat. Dia tersenyum sinis lalu melangkah pergi. Meninggalkan tanda tanya besar di kepala cowok itu. *** Tok tok. Gadis itu menoleh ke arah pintu lalu menghela napas lelah setelah melihat siapa yang datang. "Judaaa, aku harus gimanaaa???" "Jer, kalo kamu ngga niat pacaran, ya jangan pacaran. Giliran dikatai miskin aja nangis begini." Gadis yang dipanggil dengan nama Juda itu menuntun cowok di ambang pintu untuk duduk di ruangannya lalu ia menyerahkan tisu untuknya. "Juda, ngaku deh. Kamu bisa baca pikiran, kan?" Juda mendengus sebal tanpa menjawab. Dia hanya duduk diam sambil menunggu cowok di depannya menyelesaikan ritual curhat patah hatinya. Dan, di sanalah dia mendapat predikat itu. Si Gadis Friendzone berkemampuan supernatural.
All Rights Reserved
#3
storyteen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • perfect love
  • ALESYA (END)
  • RAVASYA [END]
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Effort ( COMPLETED )
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • FIKSY [ Selesai ]
  • TOXIC Relationship

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines