AKAD
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
Prinsip seorang Akila purnama adalah pantang menyerah sebelum berhasil. Sementara Prinsip seorang Adam mahendra adalah buat kila menyerah sebelum berhasil. Jadii, siapa yang akan menang? Sekarang adam sekeras batu, tidak ada yang tau besok selembut bulu kan? --------------------------------------- HAII GUYS!!! PENASARAN SAMA CERITANYA??? BACA AJA OKE!! JANGAN LUPA VOTENYA YAA♡♡ #MYHISTORY
All Rights Reserved
#5
breakheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Book II: The Arcanum of Aalisha [END]
  • Rival, Jadi Pacar?
  • Aku Takut Tuhan Cemburu | Kumpulan Cerpen ✨
  • HILANG [Segera Terbit]
  • S T R O N G     G I R L    ✨
  • ALEXON [END]
  • Psikopat Digital? [End]
  • SYAKILA
  • GASA [end]
  • Unclear Status

[Bismillah! Lo plagiat, gue tunggu hukumannya di akhirat!] BOOK II - Tamat Sebelum memasuki tahun keduanya di Akademi Eidothea dengan identitas aslinya, bukanlah hal yang mudah bagi Aalisha. Dia memang tidak ditindas lagi dan semua orang menghormatinya, tetapi bukan berarti takdir tak berhenti menyiksanya bahkan lebih sadis, sangat sadis! Pernahkah Aalisha bahagia? Ya, kini ia punya binatang peliharaan baru yang dapat terbang. Namun, bahagianya hanya sesaat karena ketika takdir membawanya terlibat dengan Sihir Kuno dan tersesat di Kastil Sihir misterius maka dimulailah berbagai macam teror yang mengancam nyawa Aalisha dan kawan-kawannya, seperti hampir gila karena bermain petak umpet, bertemu monster purba, iblis tingkat tinggi, makhluk mitologi dengan empat wajah, hingga kutukan yang hendak meruntuhkan Eidothea! Sungguh mengapa Aalisha bersusah payah menghentikan semua bencana itu? Jangan bilang, dia mulai menggunakan hatinya atau ada alasan lain di balik semua tindakannya? Mampukah pula ia mengubah takdir lagi karena ramalan berkata: "Ada kematian yang sudah tertuliskan untuk seseorang!" Kematian siapa? Kawan-kawannya atau mungkin saja ... Aalisha sendiri. "Oh Dewa, kapan hidupku bisa tenang!" - Aalisha yang frustrasi Genre: Fantasy, academy, magic, kingdom, adventure, minor-romance ◇─◇──◇─────◇──◇─◇ Dilarang untuk MEMPLAGIAT SEBAGIAN atau KESELURUHAN dari isi cerita ini! Copyright ©Prins Llumière, 2023 Cover by @_hashu4

More details
WpActionLinkContent Guidelines