Not an Ordinary Crystal | Lee Taeyong

Not an Ordinary Crystal | Lee Taeyong

  • WpView
    Reads 906
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
They said, this Crystal is a disaster. * * * Syailen tidak pernah mengira bahwa kehidupannya akan menjadi rumit seperti ini. Hati Kristal, tahta, percintaan, pembalasan dendam, persahabatan, dan segalanya harus terjadi dalam waktu bersamaan. Belum lagi dengan Peristiwa Bulan Seribu dan nasib rakyatnya, Syailen tidak pernah membayangkan hal buruk ini akan terjadi. Dan ... hanya dalam waktu 100 hari, apa yang harus Syailen lakukan? "Bisakah kau menjadi suamiku?" "Kau adalah luka paling indah dalam hidup ku, Syai." "Rasa sakit ini, belum sepadan dengan dosa-dosa ku." Cover by PicsArt and Phonto Dipublish pada bulan Desember 2020 © FlowerN_06 2020
All Rights Reserved
#289
zhaolusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • FS1- Fantastic Magic [ TERBIT ]
  • [END] Fiction : The Crown Prince and His Servants
  • Nothing Without You [IZ*ONE]✔️
  • For Better Life
  • Suami saya sakit jiwa [END]
  •  Your true LOVE? ✔️
  • The Ghost King Wife : The Singer Princess [END]
  • RUBY'S ACADEMY (END)✔️
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines