Meet Me on Facebook (END)

Meet Me on Facebook (END)

  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Wed, May 27, 2026
[ COMPLETED ] ( Fiksi - Romance - New Adult - Drama) Cerita ini terinspirasi dari lagu grup band 'Gigi' yang berjudul, My Facebook. Pertama kali kutulis sekitar tahun 2009 lalu namun belum pernah ku publish ke publik, mengisahkan tentang Sivia dan Bayu, teman masa kecil yang terpisah jarak dan waktu, namun dipertemukan kembali dalam sebuah dunia maya yang bernama 'Facebook'. Sivia yang sudah bertunangan dengan Adniyan, mulai bimbang karena hubungannya dengan Adniyan terlalu rumit dengan hadirnya orang dari masa lalu Sivia. Sementara itu, kemunculan Bayu juga membuat Sivia makin bimbang karena selama bertahun-tahun mereka terjebak dalam hubungan pertemanan atau Friendzone meski ternyata benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka. *** Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh/karakter, tempat, dan peristiwa, bukanlah suatu kesengajaan oleh author. (ada beberapa part yang diambil dari kisah nyata) -Please do not copy paste my works- Hargai setiap tulisan yang dibuat oleh para author. Terimakasih banyak Happy reading all... -PinkanMiliar- (2009-2020) Start : 26/09/2020 End : 19/11/2020
All Rights Reserved
#3
facebook
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines