Maya untuk Galaksi

Maya untuk Galaksi

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
kisah perpisahan orang tua Galaksi membuat Galaksi menjadi Bad boy dan hilang kepercayaan akan cinta, dan pernikahan. Galaksi memiliki luka dalam akan perpisahan orang tuanya dan membenci ayahnya bahkan semuanya keluarga kecuali ibunya tapi kadang dia pun kehilangan kepercayaan kepada ibunya. Maya adalah anak lugu dan cantik. Maya tidak memiliki masalah dalam keluarga dan Maya juga belum pernah jatuh cinta dan pacaran. SMA Harapan Bandung adalah pertemuan pertama mereka. Apakah Galaksi berubah penderian? Apakah Maya akan jatuh kepada bad boy??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raffi & Maya
  • EVERYTHING HAS CHANGE
  • Under the Lights of Braga
  • FAR
  • Find Your Why
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • Gadis Ini Lahar
  • BULAN [END]
  • DIKA & ADRA

Tahun 1996. Maya, seorang siswi pindahan dari Bandung, terpaksa mengikuti ayahnya yang dipindahtugaskan ke Jakarta. Ia tidak terlalu suka perubahan, apalagi harus beradaptasi di sekolah baru. Maya bukan tipe anak yang suka cari perhatian. Ia lebih suka menyendiri dengan walkman kesayangannya, mendengarkan lagu-lagu Nike Ardilla atau Sheila on 7 yang sedang hits saat itu. Namun, semua berubah saat ia bertemu Rafi-cowok paling karismatik di sekolah. Rafi bukan anak nakal, tapi dia punya aura yang membuat semua orang terpikat. Gaya rambut belah tengahnya yang khas, jaket jins yang selalu melekat, dan cara bicaranya yang santai tapi tajam membuatnya terlihat berbeda. Dia bukan ketua geng motor atau siswa berprestasi, tapi entah kenapa, semua orang menyukainya. Sejak pertemuan pertama, Rafi sudah tertarik pada Maya. Bukan karena Maya cantik atau pintar, tapi karena Maya tidak seperti cewek-cewek lain yang terpesona padanya. Maya terlalu cuek, terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Dan bagi Rafi, itu justru menarik. Mulailah perjalanan cinta mereka yang penuh kejutan. Rafi punya cara unik untuk mendekati Maya-dengan surat-surat berisi teka-teki, kaset lagu yang liriknya selalu punya makna tersembunyi, dan ajakan-ajakannya yang sering kali tidak masuk akal tapi justru membuat Maya tersenyum. Dari obrolan di kantin sambil makan mi instan, curi-curi waktu untuk ngobrol di telepon rumah dengan batasan tiga dering supaya tidak ketahuan orang tua, hingga naik sepeda bersama di sore hari, kisah mereka dipenuhi dengan momen-momen manis dan jenaka. Namun, cinta di era 90-an tidak selalu mulus. Ada geng cewek yang tidak suka melihat Maya dekat dengan Rafi. Ada sahabat lama Rafi yang ternyata menyimpan perasaan untuknya. Ada ujian akhir yang membuat mereka harus lebih serius dengan masa depan. Di antara semua itu, Maya dan Rafi belajar satu hal: bahwa cinta tidak harus selalu diungkapkan dengan kata-kata manis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines