Semua akan bahagia pada waktunya.
Namun bagiku, hidup tak pernah adil. Sekeras apapun aku mencoba meraih cinta dan merangkum bahagia, yang terjadi hanyalah lubang-lubang luka yang menganga.
Aku tahu, dosa besar jika aku menghakimi tuhan.
Aku tahu, berkat bahagia dalam hubungan adalah doa dan restu.
Aku tahu, ikatan sakral yang kuat itu bernama akad.
Namun aku tak pernah tau, jika takdir akan kembali mengulang masa lalu. Menarik ulur cinta dan bahagia dan menenggelamkanku pada kubangan derita. Bahkan, lebih dalam.
-Karaya Ditta, wanita berusia 26 tahun yang harus kembali tenggelam dalam dilema. Menerima pernikahan yang dilangsungkan tanpa persetujuannya, atau mengejar cinta yang perlahan menjauh dan seolah melepaskannya.
Kara, yang hanya ingin bahagia setelah semua yang dilaluinya.
Kara, yang hanya ingin seorang Arkandia Saurena menjadi pendampingnya. Menjadi imam, yang dibatasi iman karena perbedaan keyakinan.
Aku tidak tahu jika engkau mengetahuinya bahwa aku mencintaimu.
Ku titipkan namamu disetiap doa didalam shalatku.
Ku kirimkan doaku untuk selalu bersamamu kepada-Nya.
Ku mencari cara untuk bisa didekatmu apapun itu.
Tapi itu tidak cukup untuk bisa mendapatkan cintamu.
Bukan hanya aku saja yang ingin menjadi bagian dari hidupmu.
Diluaran sana yang pertama melihatmu pasti memiliki rasa yang sama.
Bukan itu saja apakah aku berhak untuk mendapatkannya?.
Doaku tidak mungkin terkabulkan jika sebelum aku ada disampingmu.
Ada seseorang yang selalu berdoa kepada-Nya.
Agar bisa bersamamu ,jadi aku hanya bisa berharap.
Demi bisa mendapatkanmu.
Aku memang bukan siapa-siapa dari kamu.
Aku hanya wanita yang berani menyatakan cintanya.
Kepada seseorang yang tak pernah menginginkan ada.
Ya,aku sadarr..
Dan terima kasihh
Ikuti terus ya kelanjutannya