Puisi Hati, Puisi Jiwa

Puisi Hati, Puisi Jiwa

  • WpView
    Reads 42,031
  • WpVote
    Votes 615
  • WpPart
    Parts 74
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Kumpulan puisi tentang Kehidupan: cinta, impian, harapan, pertentangan, perbedaan, perjuangan, permasalahan, pergumulan, dan sebagainya. Mencoba merenungi dan menuliskan apa yang tak terkatakan secara lisan. Dan menyeimbangkan apa yang dirasakan oleh hati dan difikirkan oleh jiwa kedalam tulisan. 21/5/2022 #13 poetry 17/10/2020 #1 pedomanhidup #2 lovepoem #1 motivasihidup #2 puisicinta #11 poetry 5/4/2023 #1 sajakcinta 17/5/2023 #2 sajak 19/5/2023 #1 sajak #4 kisahhidup 28/5/2023 #2 kisahhidup 7/6/2023 #1 kisahhidup
All Rights Reserved
#501
motivasihidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem
  • Rembulan Yang Sirna
  • Semua Memukul (✅)
  • My Wish
  • အ��ချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines