Antariksa [edisi collab]✔

Antariksa [edisi collab]✔

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 16, 2023
Memilih hidup di tempat yang baru, meskipun jauh dan memakan waktu. Melangkah meski sesekali menoleh. Kadang sebuah imajinasi berkelana di alam bawah sadar. Kesendirian. Tanpa ada yang ingin menyapa. Bertahan. Tanpa mengerti tujuan. Mars, nama itu kian muncul kala tak ada yang berhasil mengetuk hati. Berkelana di galaksi yang sebenarnya tak diketahui porosnya. Derai meteor yang tak kunjung surut, menemukan dirinya yang lain. Berbeda dari yang lain. Tak sungkan menebar cahaya wajah berseri. Datang menyapa kehadiran yang saat itu mungkin teracuhkan. Jauh dari kampung halaman. Memang benar, angkasa ini sangat luas. Manusia tak sanggup untuk membuktikan volume bumi. Hanya bumi. Yang sebenarnya bagaikan buih tak kasat mata dengan bintang merah menyala. Namun, sosok itu mampu mengalihkan atensi dari segala pernak-pernik angkasa. Terdiam tanpa menyadari atmosfer bumi semakin mengguncang. Dia Pluto, yang kehadirannya tak pernah dianggap oleh orang lain. Yang kedatangannya dianggap lelucon semata. A Story By @Dhni28 feat. @SyaHrn01
All Rights Reserved
#2
meetup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mars & Pluto (Sudah Terbit)
  • DESNINE [END]
  • Atlan: Another World
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • QUEEN OF YVONE [END]
  • THE 5 : Jupiter | END
  • Friendzone?
  • Soft Lens, True Colors: A Hue of Secrets
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Pernahkah kalian merasa bahwa dunia ini tidak begitu adil, kebohongan bertebaran dimana-mana, kenyataan pahit yang diterima. Kisah ini mungkin tak akan habis, tak akan musnah. satu persatu mereka datang silih berganti. Kenyataan yang tak pernah ku tahu sebelumnya. Aku layaknya Pluto yang mereka anggap kecil, yang mereka anggap dengan mudah aku dipermainkan. Dan dia, dialah Mars yang entah mengapa dia juga ikut menciptakan luka, sebuah kesedihan, dan rasa kecewa. Terkadang aku benci semesta, mengapa semua ini terjadi jika bahagia tak pernah hadir menemani.

More details
WpActionLinkContent Guidelines