KATING

KATING

  • WpView
    Leituras 15
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 18, 2020
Bagaimana perasaanmu ketika didekati pemuda yang baru putus cinta? Risih? Marah? Atau takut jadi pelampiasan? Semua itu tidak Nada rasakan, justru Nada merasa senang dan tertantang. Ternyata, dibalik tampang polosnya, Nada memiliki sebuah tujuan. Yaitu, menghancurkan setiap pemuda yang berusaha mendekatinya. Nada terus berhubungan dengan Aldi. Hingga, secara perlahan Nada merubah tujuan awalnya. Hingga, suatu hari Nada menyadari bahwa Aldi sama saja dengan 'mereka'. Setelah mengetahui semua itu. Maukah Nada menghancurkan Aldi?
Todos os Direitos Reservados
#107
kating
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nadi Membenci Hati
  • Pacar Pertama ALDA
  • Bintang [end]
  • Naya
  • Bucin Ala Al [END]
  • DRABIA [END]
  • "HANCOK" Sepenggal Hati di Jalur Revolusi"
  • AKULAH DIA
  • Ragashka [END]

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo