Menanti Mentari

Menanti Mentari

  • WpView
    LECTURES 3,129
  • WpVote
    Votes 715
  • WpPart
    Chapitres 40
WpMetadataReadTerminé ven., oct. 17, 2025
「"Alam sudah memberi kita banyak hal sejak jutaan tahun lalu. Alam selalu menyediakan, tapi apa yang manusia perbuat pada alam?"」 Setelah tujuh tahun menghilang, seorang aktivis lingkungan ternama dikabarkan mewasiatkan sebuah pondok miliknya kepada empat pemudi-pemuda. Cheska, Kellan, Reiya, dan Ares terkejut bukan main mendapati diri mereka orang yang dimaksud. Mengapa harus mereka? Dan mengapa sebuah pondok? Untuk itu mereka melakukan perjalanan darat ke Batu, Jawa Timur. Selama tiga hari, mereka mencoba mencari jawabannya lewat berbagai medan jalan, menggali ingatan masing-masing tentang aktivis itu, dan saling mengenal. Namun, ketika yang didapat justru kebingungan yang makin berputar, keempatnya mempertanyakan apa yang sudah mereka lakukan sedangkan di sisi lain tidak ada jalur untuk kembali. Sebetulnya apa yang akan mereka temukan sesampainya di tujuan?
Tous Droits Réservés
#23
bildungsroman
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • in ROOM
  • Whisper of Destiny (END)
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • DERSIK
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • Hey, She's Not a Believer
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • ASTER 15:24 (Heesun) √
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu