lloviendo

lloviendo

  • WpView
    LECTURES 633
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 14, 2015
WpInfo
Histoires vraies
Madrid, Spanyol. Di kota itulah Loviena akhirnya menyadari perasaannya sendiri. Perasaan yang selalu muncul ketika dihadapkan pada segala hal tentang sahabat baiknya, Al, Aliando. Al meninggalkannya pada suatu malam setelah menulis sebuah isyarat pada secarik kertas dan memintanya untuk menjawab. Rasa penasaran akan arti isyarat tersebut menuntun Loviena pergi ke Spanyol. Tak disangka takdir membawanya bertemu dengan sosok Al lainnya, Al Kohler. Seseorang dengan identitas yang tidak bisa ia bayangkan sebelumnya. Dengan bantuan Al Kohler, Loviena mulai mencari keberadaan Aliando di kota itu. Sejak saat itu mereka menghabiskan banyak waktu bersama yang kemudian membekas menjadi kenangan indah di ingatan dan hati Loviena. Apakah itu artinya hatinya telah berpaling? Ataukah hatinya mampu menyimpan dua sosok dengan nama yang sama pada waktu yang bersamaan? Pada akhirnya waktu itu akan datang. Saat dimana hatinya hanya mampu terisi oleh satu orang dan merelakan yang lain pergi.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • STARK ✓
  • Teman Kos Dari Neraka [TAMAT]
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • MY BARBIE
  • Stargazing [SELESAI]
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • Regret always comes later
STARK ✓

Seandainya dia sadar akan rasa ini, seandainya dia tidak mendengarkan ucapan orang lain, dan seandainya dia ingat siapa gue. Namun itu semua hanya seandainya, just seandainya. Dan mungkin tidak akan pernah terjadi. "Sorry gue nggak bisa nerima lo," ucap Aldan tanpa menatap Alisha sedikitpun. Alisha menunduk dan berusaha menahan tangisnya. Ia lalu mengangkat kepalanya lalu berkata, "It's oke, gue terima. Semoga lo bisa menemukan yang lebih baik dari gue. Good bye Rean." Alisha pun pergi dengan kekecewaan yang teramat besar. Note : Kisah ini hanya fiktif belaka, dan hanya khayalan author. Happy reading❤ Note : Dilarang copy paste! Baca sekalian vomen, gratis! ©Junius

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu