We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Setangkai Mawar

Setangkai Mawar

  • WpView
    Reads 676
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Dahulu, saat pertama aku mengenalnya, Dia menceritakan hari-harinya Dahulu, saat aku tertawa karena tingkah konyolnya Tatapannya Walau hanya dari kejauhan, namun hangatnya tatapan itu menusuk hingga ke dada Aku yang diam-diam memperhatikannya hanya bisa tersenyum dan berbisik “sungguh,seburuk apapun yang mereka ceritakan tentang mu, aku akan tetap membenarkan semua tingkahmu, aku akan tetap percaya padamu, tak peduli omongan mereka” Dahulu, saat dia mengacuhkan ku. Aku yang terdiam beku seribu bahasa Hanya menganggukkan kepala, berusaha mengingat janji ku detik itu aku yang hidup dalam hiruk pikuk ruang bisu Berbisik meyakinkan hati “walau sudah berkali-kali kau acuhkan, aku akan tetap pada pendirianku,percaya padamu dan tak peduli omongan mereka.” Biarlah, hanya setangkai mawar ini yang jadi saksi bisu cinta ku. Biarlah, kata-kata dalam cerita ini yang menjelaskan semua hasrat hati Biarlah, hanya kamu yang tau. Biarlah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Yang Tertinggal
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Maybe It's You(?)
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • My Diary
  • flashback~
  • You're Here, But Not For Me
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines