Setangkai Mawar

Setangkai Mawar

  • WpView
    Reads 676
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2014
Dahulu, saat pertama aku mengenalnya, Dia menceritakan hari-harinya Dahulu, saat aku tertawa karena tingkah konyolnya Tatapannya Walau hanya dari kejauhan, namun hangatnya tatapan itu menusuk hingga ke dada Aku yang diam-diam memperhatikannya hanya bisa tersenyum dan berbisik “sungguh,seburuk apapun yang mereka ceritakan tentang mu, aku akan tetap membenarkan semua tingkahmu, aku akan tetap percaya padamu, tak peduli omongan mereka” Dahulu, saat dia mengacuhkan ku. Aku yang terdiam beku seribu bahasa Hanya menganggukkan kepala, berusaha mengingat janji ku detik itu aku yang hidup dalam hiruk pikuk ruang bisu Berbisik meyakinkan hati “walau sudah berkali-kali kau acuhkan, aku akan tetap pada pendirianku,percaya padamu dan tak peduli omongan mereka.” Biarlah, hanya setangkai mawar ini yang jadi saksi bisu cinta ku. Biarlah, kata-kata dalam cerita ini yang menjelaskan semua hasrat hati Biarlah, hanya kamu yang tau. Biarlah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cempaka Terakhir ✔
  • You're Here, But Not For Me
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • flashback~
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Maybe It's You(?)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Yang Tertinggal
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]

Aku sudah berusaha untuk menutup seluruh hatiku. Aku tidak ingin ada yang mengisi ruang kosong di sini. Karena aku lelah, aku takut. Sudah cukup hal yang pernah menimpaku menjadikanku pribadi yang hancur. Aku tahu bagaimana rasanya disakiti. Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Aku tahu bagaimana rasanya ketika kehilangan. Aku berhasil menjaga hatiku tetap kosong sampai hari itu tiba. Hari di mana aku bertemu dengannya. Orang yang terus mengusik pikiranku. Orang yang perlahan-lahan mengisi kekosongan di hatiku. Pemilik mata itu. Pemilik senyuman itu. Ah bisa gila aku hanya karenanya. Aku tahu perasaan apa ini. Meski aku terlambat untuk sadar. Aku menyesal untuk keterlambatan ini. Karena ia tang melihatku sepenuhnya, mungkin melirik saja ia tidak. Ia mengagumi orang lain. Aku sadar aku salah. Tuhan, bantu aku. Aku tak ingin hal yang sama terulang kembali. Aku hanya ingin meraih cinta sejatiku. Aku harap rasa ini hanya untuk sementara. AKU HARAP. Aku masih terlalu takut, Tuhan. *Update tiap hari

More details
WpActionLinkContent Guidelines