Pieces of Memory

Pieces of Memory

  • WpView
    LECTURAS 58
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 30, 2020
Ketika rasa dan keadaan saling bertolak belakang, Saat semua orang bahkan kamu sekalipun mengacuhkan, aku akan tetap berdiri tegak. Aku. Hanya aku, walau tanpa pedulimu. Hanya aku, walau tanpa kehadiranmu. Tidak, aku tidak benar-benar sendiri. Aku menggenggam kenangan kita. Serpihan yang mambuatku mampu melawan semuanya dan menunjukkan pada dunia; Bahwa aku benar. Sequel of You Got Me From Dinoplast! Catatanku, tentang kenangan kita ~ June-2020
Todos los derechos reservados
#975
patah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • You, Hope, and Memories
  • II. Walk On Memories
  • Deja vu
  • ZOE : Cerita Yang Panjang Untuk Cinta Yang Sedih
  • Atarangi. {Selesai}
  • KENLA
  • Memories

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido