We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dirimu adalah Kesempurnaanku

Dirimu adalah Kesempurnaanku

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ruang cinta yang kompleks dan rasa curiga serta posesif yang cukup tinggi tak ayal menciptakan ruang sempit dalam kisah ini. Orang-orang bermuka dua yang seringkali menyakiti namun berlagak bak paling tersakiti. Banyak hal yang masih harus ditaklukkan. Meski perih dan luka seringkali tak terelakkan. Namun, itu semua bukanlah alasan untuk saling meninggalkan. -DAYZ-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • De Caelum
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Sudut Luka Nazea
  • Cahaya di kegelapan
  • Jatuh Cinta dan Sebuah Ikhlas

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines