"KATRESNANKU MARANG IBU"

"KATRESNANKU MARANG IBU"

  • WpView
    Leituras 28
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadConcluída dom, jun 21, 2020
Puisi ini aku buat saat dapat tugas bahasa jawa... Puisi modern yang berjudul "KATRESNANKU MARANG IBU", kubuat sesuai cerita hidupku dan dengan hati yang terdalam. Oh iya crita dikit ya gaes... btw puisi ini aku baca in didepan kelas. Dan blm mulai baca air mata udh netes & semua badan gemeteran dong gaes, apa lagi baca sampai akhir bayangin deh... dan itu dilihatin bu guru & semua tmn 1 kls... Coba deh kalian baca dengan kefokusan tingkat tinggi, tmn aku aja nangis masak kamu enggak... Kalau udh baca, kamu yg msh punya ibu bisa tu langsung peluk,cium,ungkapin perasaan sayangmu...dan kamu yg seperti aku bisa langsung baca al fatihah buat ibu kamu, dan bisa chat aku kalau kamu butuh tmn curhat/ tmn nangis.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sampai Sini [End]
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Langit Tanpa Batas
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi
  • Surat Cinta Untuk Ibu
  • Catatan Kecilku
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Marriage With Mr. Sehun [SehunYura] #BJPW
  • Indigo Bobrok [SUDAH TERBIT]
  • GILANG

𝘼𝙠𝙪 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙪𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙡𝙖𝙧𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙧𝙤𝙩𝙤𝙖𝙧-Naya Kalau di pikir-pikir lagi, banyak kenangan yang tidak tahu harus di simpan di mana. Seperti, aku harus apa ketika kenangan itu terputar jelas dalam ingatan? "Aku menyukainya sendirian, mencintainya sendirian, bahagianya sendirian, cemburunya sendirian, sedihnya sendirian dan mengakhirinya sendirian bahkan sekarang melupakannya sendirian. Gak adil yah?" Iya. Tapi aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa disini. Menyalahkan dia? Emang dia buat salah apa? Aku terlalu terbawa perasaan ketika laki-laki itu melakukan aksi sekedar bare minimum. Tapi jika menyalahkan diri sendiri juga, aku tidak salah. Perasaan itu datang bukan di rencanakan. Berasa lagi nyalahin penjahat tapi penjahatnya tidak tahu siapa. Karena, Di antara kita tidak ada yang menjadi pelaku atau pun korban. Namun, bolehkah aku sedikit berharap? ✨️ bonus playlist spotify! baca sambil dengerin lagu yang di rekomendasikan😇❣️ Disclaimer! Penulis masih berkelahi dengan typonya😘 Cerita ini hanya cerita biasa, bukan spesial apalagi penting. Start: 09 September 2023 Finish: 05 Juli 2024

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo