Story cover for a Little Space by IchaNesha
a Little Space
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 19, 2020
Aku merenggut ah benar-benar menyebalkan...
Juan tiba-tiba datang ke mejaku, ia mengambil kursi tepat berhadapan denganku
'then we will go there tomorrow'
'where'
'seaworld' he said clearly
Aku membulatkan mataku...
Ha.. kataku dalam hati
'ah.. no no you have an important meeting tomorrow, you can't cancel it'
'I can'
'no, you cant'
'I've promised with you okay'
Tunggu-tunggu.. ini masih dalam bagian acting kami bukan?
Aku melihat kearah jam 2, perempuan-perempuan yang tadi menumpahkan air ke muka ku masih ada disana. Ya.. oke lanjutkan drama ini
'no, Juan, hm.. how about this.. we can go there after your meeting has finished, I'll waiting you'
'....'
'...'
Why, dia hanya diam dan mengerjapkan matanya beberapa kali padaku.

'promise? That you'll waiting me?'  he ask
'uhm.. yes' apa ada yang salah dengan itu, mengapa dia terlihat kaget.
'then.. okay..' he smiled.
Oh tidak kendalikan jantungmu May...


Pict dari google.. terinspirasi dari drama mandarin a love so beautiful tapi bukan fanfic okay...
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir a Little Space a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#669beautiful
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
You're Here, But Not For Me de MyMiela
8 partes Continúa
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
BarraKilla de novaadhita
64 partes Concluida
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
Pelakor? Yes, I'm! de Badas_
31 partes Concluida Contenido adulto
Pernikahan adalah suatu komitmen, komitmen untuk selalu setia, bersama selamanya. Tapi bagaimana jika komitmen itu rusak karena hadirnya orang ketiga? Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan? 0o0 "Ah.." Nafas keduanya memburu, mereka sudah mencapai pelepasan. Keringat yang beradu menjadi satu dan detik jam yang menjadi saksi bagaimana dua insan itu melakukan sebuah hubungan dosa dengan ikatan yang di sembunyikan. May terkulai lemas begitu juga dengan Bara yang sudah berguling dan memeluk wanitanya dari samping. "Aku benar-benar sudah terjerat dengan dirimu. I don't care about my status and marriage. All I know is you are mine and I love you, Kamila Meysi Ratu." "Lihat Ell, apa yang kamu tuduhkan padaku sudah aku wujudkan. Bukan hanya tubuh suamimu yang aku miliki, tapi cintanya juga sudah menjadi milikku," batin May puas. It takes two to have an affair, Tapi mengapa yang disalahkan di sini hanya orang ketiga? Mengapa kalian hanya memandang buruk pada wanita yang disebut pelakor? Mengapa tidak membenci dan menghina sang pria. Padahal sangat nyata bahwa kesalahan terletak pada kedua belah pihak. 🌹🌹🌹 ⚠️ Warning! Cerita ini hanya sebatas imajinasi semata. Jika tidak suka dengan cerita pelakor, go away! Mohon maaf jika terjadi pro dan kontra. Tidak ingin menyudutkan pihak manapun, ini pyur hanya sebuah cerita. Memandang seorang pelaku pelakor dari berbagai sisi. Xoxo, Badas_
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
You're Here, But Not For Me cover
Memories in Moon cover
Serendipity cover
BarraKilla cover
Aerilyn  cover
Everything Happens for a Reason cover
Ketua Sangar🙌💚 [ HIATUS ] cover
Black Rose cover
Pelakor? Yes, I'm! cover
Garis Tanya cover

You're Here, But Not For Me

8 partes Continúa

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.