SECRET ADMIRER

SECRET ADMIRER

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 27, 2021
Ketidak sengajaan yang membuat mereka bertemu, yang membuat mereka bertatapan, dan yang membuat salah satu dari mereka jatuh cinta. Namun bagi Tantri Atalana itu bukan lah sebuah ketidak sengajaan melainkan sebuah takdir yang tuhan sudah siapkan untuk diri nya. . . . "Kakak tau ga ini tuh bukan kebetulan, tapi ini tuh takdir tuhan", Tantri Atalana. "Yaudah terserah", Govanda Feransyah Reztaland. . . . Bagi Govanda Feransyah Reztaland bertemu dengan gadis cantik yang baik dan ramah itu adalah sebuah kebetulan tapi dia juga merasa senang jika gadis itu menunjukkan rasa kagum pada dirinya. "Kalo suka sama seseorang itu jangan di pendam, jangan mau jadi pengagum rahasia.", Govanda Feransyah Reztaland. "Aku Tantri Atalana suka sama Kak Govanda Feransyah Reztaland", Tantri Atalana. . . . Akan kah perasaan Tantri pada Govanda si ketua OSIS cuek dan dingin akan terbalaskan?.
All Rights Reserved
#2
pelita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Eramnesia
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Rasa dan Harapan
  • [END] Blind Rainbow
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • The Story Of Aghea
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • BE A RAINBOW
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines