We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Yang Pernah Ada

Yang Pernah Ada

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mengisi waktu PSBB ini 🤣 masih amatiran "Eh sha wkatu lu pacaran sama dia kocak ya". "Iya cuyyyy, yang biasanya cowo yang jutek, eh ini malah ceweknya yang jutek". "Tau njir, padahal mah hatinya berbunga bunga tuh, tapi gitu gengsi nya". "Tau lu sha makanya kalo sama pacar mah waktu itu gausah gengsi". "Mampus kan lu "kegengsianku membawa malapetaka" HAHAHA". "Eh pas putus mah di depan cowo nya baik baik, eh pas udah jauh dari cowonya baru nangis". Ya itu kata kata dari temen laknattttt kuuu. Jangan lupa vote dan comment!
All Rights Reserved
#280
ex
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • the other side
  • Where's Home
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Dating online
  • still you
  • Sugar momy (Tahap Revisi)
  • HE IS MY MINE!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines