Suamiku Dayyus

Suamiku Dayyus

  • WpView
    OKUNANLAR 21
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Haz 28, 2020
"Mas, Kirana sekarang sudah hampir selesai pendidikannya di Sekolah Dasar(SD). Bagaimana kalau nanti kita masukkan saja dia ke pesantren, apalagi dia kan anak perempuan kita satu-satunya. " Ma," sekarang ini semuanya harus di ukur dengan materi, tidak bisa hanya dengan pandai ngaji, mau jadi apa nanti anak kita kalau dia besar, mau jadi guru ngaji, yang hanya di bayar 150.000/ perbulannya? " "Pikir pakai logika dong. coba lihat guru ngaji Kirana yang datang ke rumah kita, pakai honda butut, sendal jepit, rumahnya aja sampai sekarang masih ngontrak, kamu mau melihat nasib anak kita seperti dia.?" " Kata-kata suamiku sangat menyakiti perasaanku, ibarat ratusan anak panah yang menancap keras di jantungku, sejenak aku terdiam, aku berusaha menenangkan pikiranku, aku tahan air mata yang hendak tumpah. Akankah keluarga ini bertahan lama dengan dua sifat yang selalu berlawanan antara suami dan isterinya? Apakah Kirana mengikuti saran Bapaknya untuk masuk ke sekolah Negeri? Ataukah dia akan mengikuti kata-kata ibu nya untuk selalu menutup aurat dengan di didik di lingkungan pesantren?
Tüm hakları saklıdır
#128
ustadz
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Don't Talk About Money
  • nostalgia SMA kita
  • GUS ATAU USTAZ? [END]✅ Sudah Terbit
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • She's Mine_Sahijae_
  • Ada Cinta di Kota Gudeg
  • 36 days with you {saida} [End]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi