We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You are the Only One

You are the Only One

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 14, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
Berawal dari sebuah suara pada pukul tiga pagi, keempat sahabat itu pun terlibat dalam misteri sebuah diary milik seseorang. Acara menginap di rumah Nozomi seketika menjadi mencekam dan menyeramkan. Apa misteri di balik semua itu? "Jangan sembarangan membuka diary orang, kau akan menerima akibatnya!" Notes : Novel ini cocok buat anak-anak yang pengen ngerasain sensasi serem! Enggak terlalu banyak adegan "pembunuhan", jadi dibawa fun aja:) •><• ~Team Introduction~ 𝗦𝘁𝗼𝗿𝘆/𝗶𝗱𝗲𝗮: Myana, Nada, Zaza, Myiesha 𝗜𝗹𝗹𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻/𝗰𝗼𝘃𝗲𝗿 : 1st cover designed by Myana & Nada 2nd cover designed by Nada
All Rights Reserved
#161
night
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Mantra Penghancur Moral
  • Beloved Nightmare
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓
  • Nada sumbang (End)
  • Detective Case File
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines