Bintang Senja

Bintang Senja

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
~Raina Senja Bermega. "Gua miskin, emang lo bener! Terus kenapa kalo gua miskin? Semiskin-miskinnya gua, ibu gua gak pernah tuh ngajarin gua buat jadi pengemis belas kasihan ke orang-orang yang miskin malu kaya elo-elo pada!" ~Virgo Yinshia. "Gua itu elo, jadi elo itu juga gua." ~Afey Kalan Semesta. "Hidup itu nggak selamanya lurus, Ja. Ha ha... Padahal gua ngerti itu juga dari elo. Gua di sini, gua bakal jadi orang yang bakal terus nyemangatin elo, dukung elo, meski pun gua itu sendiri, gua juga gak akan pernah ninggalin elo, sampai kapan pun. Lo itu berharga banget buat gua, Senjanya Semesta, gua sayang elo, jadi jangan nangis lagi," ~Andreas Libra Denata. "Emang lo siapa? Lo orang miskin, tapi lo bukan orang gak bermoral. Hah! Gua tau elo, jadi elo gak perlu lah sok lemah gitu di depan semua orang yang ngrendahin lo, cukup! Walaupun lo cuman babu, lo juga harus tetep inget dong lo itu babu siapa. Lo babu gua, Andreas Libra Denata!" ~Afandi Bintang Purnama. "Saya tidak ingin lagi menjadi orang asing, tapi saya juga tidak butuh kamu memberi ijin saya untuk masuk lebih dalam," ~Ibu. "Dunia itu luas, jadi gak mungkin tanpa sedikit saja keajaiban di dalamnya, kamu harus percaya ya," Masa SMA, masa di mana semua orang berseragam putih abu akan semakin bertindak sesuai pikiran mau pun hatinya sendiri. Masa di mana mereka selalu ingin menentang dan tidak ingin di tentang. Masa bergejolanya rasa keingin tahunan dan ingin menguasai. Masa, di mana banyak kisah unik dan indah begitu sulit di lupakan. Kepoin kisah ku ya;-) Tertanda. Raina Senja Bermega.
All Rights Reserved
#837
musuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Best Friend (NAVISA)
  • CUCU BUNGSU MAFIA (Tamat And Lengkap)
  • He's My Best Friend [END]
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • Alefandra
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]
  • Devil in Your (ANGGARANTA)
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines