Mawar Putih

Mawar Putih

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Jaya. Mahasiswa tingkat akhir salah satu universitas ternama. Jika saja hidupnya adalah video game yang mempunyai opsi restart, maka sudah sejak jauh-jauh hari ia ingin mengulang hidupnya dari awal. Sebab, ia merasa hidupnya sangat membosankan dan jauh dari kejayaan. Hidup Jaya yang membosankan berubah semenjak ia memasuki dunia perkuliahan. Di universitas ternama, ia ditempa untuk terus berkembang setiap hari. Banyak hal baru yang ia pelajari, dan ada gadis yang ia jadikan pujaan hati. Namun, Jaya belum siap untuk menyatakan isi hati. Saat ini, sepucuk kertas adalah kanvas bagi Jaya untuk melukis rasa yang menggelora di dalam dada. Dalam dadanya, ia menyemai benih mawar putih. Apakah cinta dapat memekarkan sang mawar? Atau justru cinta akan jadi sebab gugurnya mawar sebelum mekar?
All Rights Reserved
#299
skripsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dialektiva
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Katresnan [TERBIT]
  • Titik Nadir
  • Parade Ngengat
  • Cinta Tak Bersampul [SELESAI]
  • ZEEDIEN  [End]
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • Twilight's Love Puzzle

Ini cerita tentang Tiva dan kejenuhannya terhadap tipe-tipe mahasiswa yang ada di kampusnya--terutama di kelasnya. Tipe mahasiswa yang caper sama dosen, yang menggadaikan ungkapan agen of change sebagai alasan bolos kuliah, yang menyumpal telinganya dengan headset saat kuliah berlangsung, atau yang hanya bengong dan baca komik atau novel saat diskusi. Lalu Tiva sendiri masuk ke tipe mahasiswa yang mana? Dia tidak masuk di salah satunya. Dia membentuk tipe mahasiswa tersendiri--yang beranggotakan Tiva seorang. Tiva yang malas ikut diskusi "kacangan" di kelasnya, yang bukan mahasiswa berprestasi, yang tidak ikut BEM atau himpunan yang dielu-elukan sebagai media mahasiswa bisa mendapat banyak pengalaman, yang tidak pernah ikut riset atau penelitian juga. Tiva memang terkesan cuek dan apatis, tetapi ia selalu ada di garda terdepan dalam peka terhadap lingkungan sekitar. Juga, ia bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata-katanya. Dan saat dia berdialektika, semua tipe mahasiswa hanya bisa terdiam dan berdecak kagum dalam hatinya. Efek dari dialektika yang dilontarkan oleh Tiva (re: dialektiva) memberikan pengaruh besar setidaknya kepada tiga orang; Adiran Kiluan sebagai mahasiswa berprestasi yang tidak ingin spotlight miliknya ini berpindah kepada Sativa, Bumi Barameru sebagai "pejuang keadilan" yang merasa bahwa ucapan dan intuisi Tiva membuatnya menjadi manusia seutuhnya, juga Mizi yang sadar bahwa ia lebih dari sekadar "biasa". Baik Adiran, Bumi, dan Mizi pada akhirnya sama-sama mengorbit pada lintasan yang tidak pernah Tiva ciptakan. Ketiga laki-laki itu merasa berkonstelasi dengan Tiva dan merasa membutuhkannya. Tapi masalahnya, Tiva adalah seseorang yang kompleks dan sulit diterka. Akankah Adiran, Bumi, dan Mizi mampu mengorbit--bahkan melebur--bersama Tiva?

More details
WpActionLinkContent Guidelines