Story cover for Bejo by aznafila
Bejo
  • WpView
    MGA BUMASA 1
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
  • WpView
    MGA BUMASA 1
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
Ongoing, Unang na-publish Jun 20, 2020
Bejo tetap saja terdiam diantara beberapa santri yang tengah bersitegang dihadapannya. Ketika salah seorang santri menunjuk kearah Bejo, mengatakan kata-kata yang tak sepatutnya keluar dari seorang santri. Bejo mulai angkat bicara, sejenak Bejo tertunduk merapikan pecinya yang sedikit miring, Bejo menarik nafasnya perlahan dengan tenang Bejo berkata 
"Kang,,,kalau akang menuduhku dengan kata-kata seperti itu tadi, lalu apa yang membedakan kang Sugeng dengan orang-orang yang kang Sugeng katakan sebagai orang yang tak memiliki akhlak?"
 Semua santri memandang Bejo dengan pandangan yang takjub Bejo masih selalu terlihat berwibawa meski dalam keadaan yang marah, masih tetap tenang dalam keadaan yang keruh. Sedangkan Sugeng mendengar kata-kata Bejo membuatnya kesal wajahnya memerah antara malu dan marah. para santri yang tadinya tenang mulai kembali riuh dan memandang Sugeng. "Cukup Bejo." peringat Sugeng dengan nada cukup keras. Bejo hanya diam kembali merapikan pecinya yang sebenarnya sudah rapi, ia tertundung sejenak sembari tersenyum mengisyaratkan pada Sugeng agar menyelesaikan hal seperti ini dengan tenang.
All Rights Reserved
Table of contents

1 parte

Sign up to add Bejo to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
SENJA DI PUNCAK TANGKILING ni Chaterine0202
2 parte Kumpleto Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
Aksara Lingga ni Larisakuma08
59 mga parte Kumpleto
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
"Algantara Delano Arlaska" ni LeniMarlinawati
123 parte Ongoing
REVil"... Dan dia algantara Delano Arlaska yg sering di sapa algan dengan jaket hitam kebanggaan nya yg setia melekat di tubuh tegap sempurna nya yg membuat para kaum hawa yg menatap nya terbalik dari nya namun tak mudah untuk mendekati nya karena dia memiliki julukan si dingin bak berlian dan ada julukan lain di area balapan di tambah dia menjabat sebagi ketua dari sebuah geng bernama REVil yg semakin membawa nama nya mengudara dari hal itu banyak rasa iri yg berujung ingin menjatuhkan kisah hidup nya. 🍀🌬️🍀🌬️. Dan dia "alara reyinata nelvandra cewek sederhana yg mandiri dengan kepintaran nya dengan menanam kan banyak harapan tentang nama marga Alvaska yg dia cari tentang siapa keluarga kandung nya,dia sosok yg rampih namun bersembunyi di balik sikap cuek dan bodo amatan dengan membatasi pergulan dia hanya berharap di sekolah baru nya dia mendapatkan ketenangan seperti mestinya seorang murid tanpa ikut Maslah atau menambah masalah yg ada asli nya di sosok penyabar dan penuh perhatian dengan kepedulian tinggi yg dia tunjukan pada orang yg masuk di lingkungan nya dia sosok yg mampu merasakan dan mengutarakan apa yg dia rasa. 🍀🌬️🍀🌬️. Hingga kisah mereka di mulai dari sebuah pertemuan sang takdir. Kedua nya di pertemukan di sebuah kejadian yg di dasari kata ketidak sengajaan kata gak sengaja dan kejadian itu salah satu hal yg di benci sosok algan apa lagi urusan nya sama cewek. Begitu juga reyina cewek itu membenci setiap perlakuan berupa kepedulian yg di dasari keterpaksaan atas dasar tanggung jawab sedangkan algan cowok itu m lakukan nya dari kejadian itu mengubah kehidupan kedua nya.. "..kisah ini hanyalah kisah sederhana tentang sebuah usaha di mana manusia bisa belajar dari arti sebuah pengorbanan,cinta,kesetiaan,keluarga dan persahabatan buakan penghianatan yg ingin menghancurkan. "........sebuah pertemuan dan perpisahan sebuah goresan yg amat nyata yg membekas yg tersimpan dalam ingatan teragis dalam takdir setiap in
Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going) ni mpitedicion
13 parte Ongoing
"Jika suatu hari nanti, jika aku mencintai orang yang tak seagama dengan ku, maka aku ikhlas untuk dirinya pergi." ~Fana Fitriana Srifandi "Apapun yang terjadi, aku akan memperjuangkan itu walaupun sesakit apapun rintangan nya." ~Johanes Cristopher ......... "tunggu dulu Fana! aku ingin membicarakan dulu sesuatu penting, jangan dulu pergi!." ucap Johanes yang terus menerus mengejar Fana, ia terus engah engah sekaligus pasrah dengan Fana Fana pun akhirnya berhenti dan memutarkan balik badan nya menghadap Johanes, Fana sudah dibasahi cadar nya dengan air mata. "CUKUP TAFIQ!.." ucap Fana dengan lantang, Johanes pun berhenti dengan jarak yang sedikit menjauh, Johanes kecewa, kesal, campur aduk. "sampai kapan pun itu.. kita tidak akan bersatu! diibaratkan aku senja kamu malam, tak akan bisa bersatu. misalkan saja kamu mualaf karena aku, aku pun tak akan menerima itu!." Fana pun tak berhenti dari tangis nya, Johanes pun diam terpaku dan kata kata itu sangat menyayat hati. "karena di agama kami, sesuatu hal itu hanya untuk Allah hanya untuk tuhan, bukan hanya manusia apalagi manusia biasa seperti ku. cukup sampai sini, jika pun kita menikah, kita dalam bahaya." ucap Fana "dan jika boleh jujur, aku pun mengagumi mu Tafiq." sambung Fana sebelum ia pergi meninggalkan Johanes, setelah ditinggal Fana, Johanes pun menangis dalam diam. "Fana..." ucap lirih nya. ..... bagaimana dengan kelanjutan nya yaa?? yuk pantengin trus!!
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat ni zei_llyn
17 parte Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Love And Holidays cover
Aku Adalah Lukamu cover
Aksara Lingga cover
Adka Is BABY [FemDom] cover
"Algantara Delano Arlaska" cover
Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going) cover
Senja Di peluk Awan  cover
RINJIN;PERJUANGANKU cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover

SENJA DI PUNCAK TANGKILING

2 parte Kumpleto Mature

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".