RAKSA
  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya raksa, lelaki dingin dengan mata elang nya. Namanya raksa, lelaki yang tidak akan segan-segan menghancurkan seseorang jika orang itu mengusik hidupnya, keluarganya dalam artian teman-temannya. Namanya raksa, lelaki yang tidak membutuhkan seorang perempuan, menurutnya perempuan itu menakutkan sekaligus mengerikan, pertama-tama mereka akan menjeratnya, lalu membuatnya lemah, setelah itu membuangnya seperti sampah. Tapi bagaimana jika pemikiran nya itu perlahan-lahan terhapus oleh kejadian aneh dan tak terduga, Akankah raksa tetap mempertahankan pemikiran nya tentang perempuan itu? Ataukah ia akan menghapus nya dan siap melawan ketakutan yang disebabkan oleh masalalu nya itu?. Note : alangkah baik nya jika follow dulu sebelum membaca^^
All Rights Reserved
#72
raksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Stres In Life
  • Air Mata Elara
  • From Aleeza!
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • IHACOY [Selesai]
  • Troublemaker (Tamat)
  • Paradise
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines