Story cover for Titik.  by pinwinkutub
Titik.
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jun 20, 2020
Katakan atau diam?

Semua orang menganggapnya gila. 

Apa yang bisa dia lakukan?

Mengeluh? Sudahlah, dia sudah sangat bosan. 

Menangis? seandainya dengan itu bisa membuat semuanya lebih mudah.

Mengakhiri? Ya, sepertinya itu bisa di pertimbangkan. Mungkin terjun dari gedung lima lantai? Atau... mungkin gigi bisa memutuskan urat nadinya?.

Kenyataannya, apa yang di alami Biru tak semudah yang terbayangkan. 
 
Hidup dengan bayangan-bayangan ilusi yang selalu membayangi setiap saat itu lebih dari menyebalkan. Bukan hal mudah untuk di jelaskan. 

Kalau saja tangan kecil itu tak merengkuhnya dan tak ada bisikan semangat yang tak sengaja diucapkannya, mungkin Biru sudah lama menyerah.
All Rights Reserved
Sign up to add Titik. to your library and receive updates
or
#389biru
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Something About You [END] cover
Impossible Wish cover
Menyerah atau Bertahan? cover
ARIEANNA cover
Berandal school is a good Papa cover
Rengkuh Sang Biru cover
DIFRAKSI cover
𝐒𝐚𝐛𝐢𝐫𝐮 𝐃𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐮𝐭 𝐁𝐢𝐫𝐮 cover
Sangkar si Biru [On Going] cover
DISA | broken cover

Something About You [END]

36 parts Complete

Anyelir Dayana sangat mencintai Biru Nevandra, namun sebaliknya.Biru terlihat tidak mencintainya, padahal hubungan mereka sudah berjalan selama enam tahun lamanya. Di dalam hubungan itu, terasa sangat membingungkan. Bahkan hanya Anyelir yang berusaha untuk membuat hubungan mereka normal seperti pasangan lainnya. Sampai pada akhirnya Anyelir memyerah, dia ingin memutuskan hubungan yang membingungkan itu, dan meminta maaf pada Biru karena terlalu memaksakan kehendaknya serta selalu mengekang Biru. Apalagi ketika dia tahu sebuah fakta dari alasan Biru bersikap seperti tidak mencintainya. Dia semakin mantap untuk memutuskan hubungan nya dengan Biru. No plagiat! Yang plagiat gak punya otak!