Titik.
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2020
Katakan atau diam? Semua orang menganggapnya gila. Apa yang bisa dia lakukan? Mengeluh? Sudahlah, dia sudah sangat bosan. Menangis? seandainya dengan itu bisa membuat semuanya lebih mudah. Mengakhiri? Ya, sepertinya itu bisa di pertimbangkan. Mungkin terjun dari gedung lima lantai? Atau... mungkin gigi bisa memutuskan urat nadinya?. Kenyataannya, apa yang di alami Biru tak semudah yang terbayangkan. Hidup dengan bayangan-bayangan ilusi yang selalu membayangi setiap saat itu lebih dari menyebalkan. Bukan hal mudah untuk di jelaskan. Kalau saja tangan kecil itu tak merengkuhnya dan tak ada bisikan semangat yang tak sengaja diucapkannya, mungkin Biru sudah lama menyerah.
All Rights Reserved
#5
shana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shatara [SUDAH TERBIT]
  • Something About You [END]
  • DIFRAKSI
  • 𝐒𝐚𝐛𝐢𝐫𝐮 𝐃𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐮𝐭 𝐁𝐢𝐫𝐮
  • Rengkuh Sang Biru
  • Selaksa Lara (On Going)
  • Berandal school is a good Papa
  • 24/7 [END]
  • Impossible Wish
  • ALBIRU || Huang Renjun

"Sebuah kisah persahabatan yang merubah kehidupan." Perjalanan hidup Eysha, seorang gadis kecil di usianya yang masih belia, ia harus merasakan perjuangan hidup saat ditolak oleh dunia. Manusia sejuta fobia, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan dirinya. Akibat memori masa lalu yang buruk, meninggalkan ketakutan dalam ingatan, membuat dirinya trauma akan berbagai hal. Salah satunya, Social Anxiety Disorder atau fobia dalam bersosialisai. Banyak orang yang menganggapnya bisu bahkan tidak waras, karena Eysha selalu panik saat berada dalam keramaian. Ia menganggap dirinya sampah, seperti yang dikatakan teman-temannya. Tidak ada seorang pun yang peduli, sementara rintangan hidup yang terus bertambah memaksanya untuk menyerah. Pengkhianatan dari sahabatnya meninggalkan luka yang amat dalam di hatinya, membuatnya tak percaya lagi akan hadirnya sahabat sejati. Baginya sahabat adalah orang bertopeng, ketika topengnya dibuka, pengkhianatlah yang ada dibaliknya. Sampai seseorang datang, dengan pertemuan yang tidak biasa. Merubah diri yang semula dianggap sampah menjadi berlian. Siapa dia? Apakah dia benar-benar tulus, atau hanya lakonnya di panggung sandiwara? "Percaya padaku. Aku akan membawamu, pergi dari duniamu yang kelam. Seperti mimpimu selama ini. Aku akan membuatnya menjadi nyata. Hilangkan rasa takutmu, itu hanya akan membuatmu jatuh semakin dalam. Apa pun yang terjadi, kita akan bersama. Temukan aku, genggam tanganku." Beberapa part terakhir dihapus, untuk kepentingan penerbitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines