Rasa Itu Namanya Cinta

Rasa Itu Namanya Cinta

  • WpView
    Reads 2,404
  • WpVote
    Votes 1,418
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 24, 2021
WpInfo
Poetry
Tuan beri Puan sekuntum bunga, Puan balas sebuah hati. Sebenarnya Puan ingin juga mengirimkan diari, tapi Tuan tidak pernah tau itu. Sebab Puan tak pernah jadi mengirimkannya, Puan takut Tuan tidak suka. Jadi biar kata-kata yang sudah Puan ramu dan semuanya tentang rasa itu Puan bagi pada mereka. Supaya mereka tau, rasa itu namanya cinta. ·· Kumpulan prosa/sajakku ini mungkin tidak sesempurna buku-buku di luar sana, tapi sedikitnya apa yang Puan rasakan pernah kalian rasakan juga. Jadi biar buku ini yang berkisah. Salam literasi! ©2020 by tamaraangelica #14 in sajakcinta 23/09/2023 #10 in sajakcinta 04/11/2023
All Rights Reserved
#250
antologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • DikaRanggi
  • Stilograf Tak Bertuan
  • Aksara Tak Bertuan
  • You are in my past and my future [END]
  • Infinity
  • Diksi Dalam Sepi
  • Rindu yang berjarak

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines