Lotus
  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 27, 2020
Hawa dingin mengitari seisi kamarnya. Dengan selimut berwarna coklat muda yang masih setia memberinya kehangatan. Matanya masih sembab dan enggan membuka karena masih ingin melanjutkan mimpinya yang sialnya lebih indah dari realita kehidupannya tok tok pandangannya teralih kepada pintu kayu itu dan tak berniat membuka mulutnya untuk berbicara. Ia kembali memeluk benda lunak di samping nya melanjutkan tidurnya. Cahaya lampu terlihat dari celah pintu yang terbuka. "Ara ayo nak makan dulu". Ajar Maya, Bunda yang selalu menerima anak anaknya apa adanya. Maya makin mendekat dan membuka selimut yang tadinya setia di tubuhnya.
All Rights Reserved
#54
pregnant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • LOVE INTO PANDORA BOX [ SUDAH TERBIT ]
  • The Story Of Out Youth [ ON GOING]
  • Devandra Mahendra
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Patah Hati Setengah Komedi
  •  Benci Jadi Cinta {END}
  • Vericha Aflyn ✔️

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines