Warmth is Present with Winter in Palembang

Warmth is Present with Winter in Palembang

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
"Warmth is Present with Winter in Palembang", kehangatan hadir bersama musim dingin di Palembang. Suatu yang tidak mungkin jika ada musim dingin (salju) di Palembang, salah satu kota di Indonesia tepatnya provinsi Sumatera Selatan. Di mana Indonesia adalah negara beriklim tropis, terlebih untuk kota Palembang yang memiliki suhu udara rata-rata 30°c ke atas. Judul cerita yang begitu ambigu ini sangat menggambarkan bahwa memang sebuah kisah di dalamnya benar-benar membuat teka-teki besar bagi Rita akan perlakuan dari bang Haqim. Ketika membaca cerita tersebut, mungkin kalian akan mengetahui maksud dari judul tersebut. Satu persatu teka-teki akan terungkap, sama seperti judul yang akan diungkap nanti.
All Rights Reserved
#101
surprise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • REWRITTEN | END
  • THE CLIMB [Completed]
  • Aksara Lingga
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • DIAFORETIKA (End)
  • SAMANTHA
  • After J (Complete)
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines