Nasehat Diri

Nasehat Diri

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Jun 21, 2020
Didalam menjalani hidup ini tentunya setiap manusia tidak akan luput dari kesalahan kesalahan yang pernah diperbuat dimasa yang sudah dilewatinya dan tentunya itu adalah suatu hal yang sudah terjadi karena manusia adalaah tempatnya lupa dan berbuat kesalahan. Akan tetapi, jika selalu mengulangi kesalahan yang sama tanpa ada upaya untuk memperbaikinya maka sungguh jika dalam keadaan seperti itu ia akan sangat merugi. Ingatlah.!! Apapun kesalahan yang kamu perbuat dimasa yang lampau, semua akan berlalu. Dan jika kamu ingin menjadi orang yang tidak merugi, maka segeralah bertaubat dan memperbaiki diri kita sesuai petunjuk dari Tuhan yang Maha Pemberi Petunjuk yang diberikan kepada kita, sehingga perbuatan kita akan menjadi berkah dan rahmat bagi orang yang ada disekitar kita.
All Rights Reserved
#22
niqab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Arkara [PROSES REVISI]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • "Dheandra"
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • TENTANG RASA
  • Jejak
  • »The Love Behind Secrets!
  • pengendali hati

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines