SABIT
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
Rasanya tak mudah melupakan masa lalu. Tentang diriku yang bimbang untuk percaya padamu. Maka lahirlah ragu, dia menjelma di masa kini sebagai pilihan yang tak menentu. Kamu, aku, atau tokoh pendatang yang sekedar menjadi pelengkap cerita atau bahkan menjadi akhir atas keputus-asa-an ku. Tolong jangan katakan dia jadi tokoh utama bukan kamu! Meski aku benci untuk mengatakan itu, tapi ada setitik harapan ragu terselip untukmu. -Dari Sabit, dengan mengatasnamakan bulan sebagai jendela dunianya
All Rights Reserved
#749
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Namanya Sabita [Terbit]
  • PLOT
  • Sunrise
  • Ali Arkhan
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Epilog Tanpa Prolog
  • My Badboy Cool
  • DRABIA [END]
  • A moment of time

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines